PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh setelah banjir bandang dan longsor merusak jaringan transmisi utama di sejumlah wilayah. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kerusakan yang terjadi tergolong masif dan membutuhkan penanganan khusus karena akses menuju titik-titik jaringan yang rusak terputus.
Data PLN Ungkap Listrik di 1.234 Desa di Aceh Masih Padam
“Bencana banjir bandang menyebabkan enam tower transmisi di jalur Bireuen–Arun roboh. Lebar sungai yang sebelumnya hanya 80 meter meluas hingga 300–400 meter sehingga tower dan kabel ikut hanyut,” kata Darmawan yang hadir secara daring dalam jumpa pers Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Desember 2025.
Ia mengatakan, kerusakan tersebut menyebabkan pasokan listrik dari pembangkit Arun ke Banda Aceh terputus dan memicu pemadaman bergilir. Sementara suplai cadangan dari PLTU Nagan Raya belum mampu memenuhi kebutuhan listrik ibu kota provinsi tersebut.
Selain jalur ke Banda Aceh, Darmawan mengatakan kerusakan juga terjadi di jaringan transmisi ke Aceh Tengah, Takengon, dan Bener Meriah. Beberapa tower di jalur ini juga roboh sehingga penanganan dilakukan secara paralel.
Karena akses darat terputus, PLN mengangkut material perbaikan menggunakan alat angkut militer dan udara. Total 35 ton material tower dan tambahan 16 ton kabel serta perangkat penarik diterbangkan menggunakan helikopter TNI AU, truk militer, serta pesawat Hercules dari Jakarta ke Banda Aceh.
“Kami bekerja di medan yang sangat sulit. Jarak pool logistik ke titik tower hanya dua kilometer, tetapi tidak bisa ditembus jalur darat,” ujarnya.
PLN menargetkan beberapa daerah dapat kembali menyala bertahap mulai 11–31 Desember 2025. Perbaikan transmisi Langsa–Pangkalan Brandan menjadi prioritas karena jaringan Aceh masih terisolasi dari sistem kelistrikan Sumatera.
Untuk mengurangi pemadaman bergilir, PLN juga mendatangkan generator tambahan ke titik-titik terdampak. “Kami memahami kesulitan masyarakat akibat kondisi ini. Seluruh tim bekerja penuh agar seluruh Aceh kembali normal secepat mungkin,” kata Darmawan.
Baca Juga
Testing 1 on server side
Berdasarkan data PLN pukul 06.00 WIB hari ini, total desa yang sudah menyala mencapai 4.717 desa, sementara 1.234 desa masih padam. Artinya, sekitar 79 persen wilayah terdampak di 18 kabuaten kini telah kembali teraliri listrik.
Beberapa wilayah yang sudah pulih sepenuhnya antara lain Aceh Besar, Aceh Selatan, Lhokseumawe, Subulussalam, Langsa, Aceh Singkil, dan sebagian besar Aceh Barat.
Semetara itu, di Aceh Timur masih terdapat 453 desa yang akses listriknya masih terputus, di Aceh Tamiang tedapat 162 desa, Bener Meriah 184 desa, Gayo Lues 75 desa dan Aceh Tengah 102 desa masih padam.
Lainnya
Testing 1 on server side
PT PII Berikan Penjaminan ke 55 Proyek Senilai Rp 112 Triliun
HSBC: 53 Persen Perusahaan Anggap Ada Peluang di Balik Perang Dagang
PERTUMBUHAN EKONOMI MANDIRI
Perusahaan Swasta di Bali Pesan 3 Unit Pesawat N219 Buatan PTDI
Konsekuensi Melemahnya Daya Beli
Seperti Apa Kesiapan Jalur Kereta Menjelang Natal
Insinyur Kimia Jadi Bankir Kelas Dunia