KONSUMSI rumah tangga masih mengalami tekanan kendati Indonesia sudah lepas dari masa pandemi Covid-19. Setahun pemerintahan Prabowo Subianto, hasrat masyarakat untuk berbelanja tidak menunjukkan gelagat menanjak. Padahal konsumsi rumah tangga merupakan penopang utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia selain investasi dan ekspor.
Pemerintah boleh saja bersikap percaya diri dengan menyatakan pertumbuhan ekonomi masih bisa diraih hingga 5,5 persen pada kuartal IV 2025. Namun ada gelagat tak sedap bila berkaca pada konsumsi rumah tangga belakangan ini.
Selain soal deflasi yang sudah terjadi empat kali sepanjang 2025, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal ketiga tahun ini melambat. Perlambatan tersebut menjadi 4,89 persen, lebih rendah dibanding pada tahun sebelumnya yang ada di level 4,91 persen.
Sebagai faktor penentu, pertumbuhan konsumsi kerap seirama dengan laju ekonomi. Pada kuartal I 2025, pertumbuhan ekonomi 4,87 persen secara tahunan (year-on-year) dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,89 persen.
Konsekuensi Melemahnya Daya Beli
Admin RBTV
|
Advertisement
Ad Space: 300×250
Lainnya
Teknologi
Testing 1 on server side
1 month ago
Ekonomi
PT PII Berikan Penjaminan ke 55 Proyek Senilai Rp 112 Triliun
6 months ago
Ekonomi
HSBC: 53 Persen Perusahaan Anggap Ada Peluang di Balik Perang Dagang
6 months ago
Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI MANDIRI
6 months ago
Ekonomi
Perusahaan Swasta di Bali Pesan 3 Unit Pesawat N219 Buatan PTDI
6 months ago
Ekonomi
Data PLN Ungkap Listrik di 1.234 Desa di Aceh Masih Padam
6 months ago
Ekonomi
Seperti Apa Kesiapan Jalur Kereta Menjelang Natal
6 months ago
Ekonomi
Insinyur Kimia Jadi Bankir Kelas Dunia
6 months ago
Ekonomi
ESDM Siapkan Aturan Baru soal Skema Penjualan LPG Bersubsidi
6 months ago