Banyak Pelari Muda Alami Keluhan Berat, Dokter Beberkan Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Admin RBTV
|
Bagikan:
Banyak Pelari Muda Alami Keluhan Berat, Dokter Beberkan Tanda Bahaya yang Sering Diabaikan

Keluhan kesehatan berat kini semakin sering muncul pada peserta race usia muda. Menurut dr Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, banyak pelari menyepelekan persiapan sehingga tubuh bekerja di luar kapasitas optimal. “Banyak yang belum paham kemampuan dirinya. Padahal jantung itu hanya bisa memberi sinyal kalau dia capek,” ujarnya ketika diwawancarai Kompas.com, Senin (8/12/2025). Iwan menegaskan, race, terutama dengan cuaca ekstrem, memiliki risiko berat jika pelari tidak mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

Race bukan fun run, persiapan minimal 2–3 bulan Menurut Iwan, ajang seperti maraton, half-maraton, atau trail run membutuhkan persiapan panjang. Latihan dilakukan minimal 2–3 bulan agar tubuh beradaptasi dengan beban fisik. Kronologi Tindakan Asusila Penyebab Ketua KPU Hasyim Asy’ari Diberhentikan Artikel Kompas.id “Makanya event seperti itu enggak ada tiap bulan. Pelari harus mempersiapkan diri dulu,” katanya. Selain latihan rutin, pelari dianjurkan berlatih di kondisi yang menyerupai race, seperti lingkungan dengan kadar oksigen rendah dan cuaca panas yang berpotensi memicu heat stroke. Jika tidak terbiasa, tubuh akan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga kolaps akibat rendahnya oksigen yang masuk.

Advertisement
Ad Space: 300×250

Lainnya