Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan bahwa 298 orang masih dalam pencarian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera. Menurut Syafii, pencarian korban yang memasuki pekan kedua pascabencana memiliki kendala di lapangan.
Basarnas: Pencarian Korban Banjir Sumatera Terkendala Perubahan Struktur Tubuh
Pasalnya, korban-korban yang dinyatakan hilang jasadnya sulit diidentifikasi akibat perubahan struktur tubuh mereka. “Saat ini memang kendala yang dihadapi di lapangan bahwa dengan kurun waktu lebih dari 10 hari, memang korban-korban yang ditemukan ini kebanyakan sudah berubah struktur,” kata Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025.
Menurut Syafii, proses pencarian dan identifikasi para korban akan memakan waktu. Dia juga mengakui bahwa korban yang telah dievakuasi juga tidak semuanya bisa dikenali akibat tertimbun lumpur yang terbawa banjir dan longsor.
“Artinya struktur tubuh pada saat meninggal dalam kurun waktu yang sekian hari dalam kondisi lumpur, pada saat kita evakuasi memang tidak semuanya langsung bisa diidentifikasi. Dan ini langsung kita serahkan ke DVI (Disaster Victim Identification) Polri untuk ditindaklanjuti,” kata Syafii.
Dia memaparkan, saat ini jumlah personel Tim SAR dan tenaga gabungan di luar TNI-Polri yang membantu penanganan bencana sebanyak 10.352 orang. Basarnas mengoperasikan empat unit helikopter, beberapa unit kapal dan menambah kekuatan kantor SAR yang tidak terdampak bencana baik di Pekanbaru, Mentawai, Jambi, Banten hingga Jakarta.
Meski begitu, Syafii melaporkan bahwa kondisi medan bencana juga menjadi hambatan dalam misi pencarian sekaligus evakuasi. Kendala yang ia sebutkan antara lain adalah luasnya wilayah yang terdampak dan tumpukan material yang terbawa saat banjir ataupun longsor.
“Saat ini kondisi lumpur sudah mulai mengeras dan ini menjadi kendala tersendiri pada saat korban itu tertimbun di dalamnya,” kata dia.
Baca Juga
Testing 1 on server side
Basarnas pun mendapat tenaga tambahan dari Unit K-9, atau satwa anjing terlatih milik kepolisian yang turun ke lapangan. Namun, akibat cuaca terik belakangan, Syafii menyebut dua anjing menjadi korban akibat mengalami dehidrasi.
Kendati begitu, Syafii berujar bahwa pemerintah akan terus melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Operasi itu baru akan dihentikan bila dianggap sudah tidak efektif.
Lainnya
Testing 1 on server side
PT PII Berikan Penjaminan ke 55 Proyek Senilai Rp 112 Triliun
HSBC: 53 Persen Perusahaan Anggap Ada Peluang di Balik Perang Dagang
PERTUMBUHAN EKONOMI MANDIRI
Perusahaan Swasta di Bali Pesan 3 Unit Pesawat N219 Buatan PTDI
Data PLN Ungkap Listrik di 1.234 Desa di Aceh Masih Padam
Konsekuensi Melemahnya Daya Beli
Seperti Apa Kesiapan Jalur Kereta Menjelang Natal