Celios: Publik Kecewa dengan Kinerja Setahun Prabowo-Gibran

Admin RBTV
|
Bagikan:
Celios: Publik Kecewa dengan Kinerja Setahun Prabowo-Gibran
Publik juga lebih kecewa terhadap Prabowo-Gibran dibandingkan 100 hari pertama kepemimpinan mereka.

LEMBAGA penelitian Center for Economic and Law Studies atau Celios menyimpulkan publik tidak puas terhadap kinerja satu tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Celios menyatakan itu berdasarkan hasil survei penilaian yang diikuti oleh responden pakar dengan bertanya kepada 120 jurnalis dan 60 lembaga pers.

Advertisement
Ad Space: 300×250

Dalam survei tersebut, rata-rata responden memberikan nilai 3 dari skala 10 kinerja setahun Prabowo-Gibran. “Kami mau katakan dengan bahasa sederhana, publik hari ini kecewa dengan kerja Pak Prabowo-Gibran, beserta jajaran menteri di dalamnya,” kata peneliti Celios, Galau D. Muhammad, dalam agenda diskusi di kawasan Tebet, Jakarta, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Menurut Galau, publik juga lebih kecewa terhadap Prabowo-Gibran dibandingkan 100 hari pertama kepemimpinan mereka. Menurut survei penilaian kinerja yang dilakukan Celios saat 100 hari pemerintahan Kabinet Merah Putih, Prabowo mendapat nilai 5 dari 10, sementara Gibran mendapatkan nilai 3 dari 10. Angka tersebut kini turun menjadi 3 dari 10 untuk Prabowo dan 2 dari 10 untuk Gibran.

Tak hanya pucuk pimpinannya, Galau menyebut hasil serupa ditemukan untuk penilaian masyarakat terhadap jajaran menteri dalam survei yang berbeda. Survei kedua diikuti oleh 1.338 responden masyarakat umum dari wilayah perkotaan dan pedesaan pada 30 September-13 Oktober 2025.

Dalam survei yang diikuti oleh pakar maupun masyarakat umum, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendapatkan nilai terendah. Hal itu lantas menempatkan Bahlil sebagai pembantu presiden dengan kinerja terburuk (nilai -151), disusul oleh Kepala Badan Gizi Nasional (nilai -81) dan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai (-79).

Galau menjelaskan, menurut hasil survei Celios, 98 responden menilai seharusnya pemerintah merampingkan struktur kementerian dan lembaga. Celios mencatat kini ada 140 pejabat publik yang membantu kepala negara, mulai dari menteri, wakil menteri, utusan presiden, serta penasihat presiden yang digaji dengan anggaran pendapatan dan belanja negara.

Bila Prabowo tidak merombak ulang kabinet dan mencopot menteri yang dianggap bermasalah, Galau menyebut Prabowo bisa kehilangan pendukung untuk pemilihan presiden 2024. Pasalnya dalam survei Celios elektabilitas Prabowo turun sebesar 34 persen.

“Jadi 34 persen responden memilih Pak Prabowo di Pemilu 2024, dengan sangat yakin tidak akan memilih Pak Prabowo dalam kondisi ekonomi seperti ini,” ujar dia.

Atas dasar itu Galau mendesak Prabowo untuk mengevaluasi hasil kinerja pemerintah pada tahun pertama ini. Namun, jika tidak kunjung ada pengocokan ulang kabinet, ia menduga pemerintah telah terlilit masalah yaitu banyaknya pejabat yang tidak kompeten.

Lainnya